by : Rana

Ku arahkan kursor untuk memulai ujian ini dan muncul soal pertama.

P : Jika musim panas tiba maka ada festival. Q : Jika ada festival maka ada pesta. R : Kalau pesta maka akan ada keseruan. Kesimpulan : ... Langsung saja ku ketikkan jawabannya. Jika musim panas tiba maka akan ada keseruan.

Aku terbangun dengan hasil yang membawa diriku ke tempat ini, Summerland. Aku mempertanyakan kebenaran akan pernyataan yang ada pada soal ujian hari itu karena dulu yang ku pikirkan saat musim panas hanyalah pesta, tak seperti sekarang dengan musim panas sepanjang tahun. Pansanya melebihi kampung halamanku yang sampai disebut-sebut sebagai planet itu. Tidak hanya panasnya cuaca, panasanya persaingan dan api cemburu pun lebih membuatku lelah dengan semua ini.

“Ah, persetan!” kesabaranku sudah habis jika mengingat hal itu, tapi aku tidak mau mengecewakan kakakku yang selalu menjadi tempat terbaik untuk dijadikan pelampiasan begitu juga sebaliknya. Apalagi sekarang kami sulit tidur, makan pun tak teratur, kamar bukan lagi kapal pecah tapi kandang hewan, dan kesepian. Band kakakku yang baru saja bubar, ia yang belum dapat proyek, proposal festival yang tak kunjung diterima, kehilangan identitasnya, dan aku yang terus menerus kehilangan orang-orang yang berharga bagiku.

P : Jika sepanjang tahun musim panas, maka semua festival otomatis akan jadi festival musim panas.

Q : Tapi apakah jika sepanjang tahun ada festival maka akan ada keseruan?

Kesimpulan : Tidak dapat ditarik kesimpulan.

Aku bangun dan bersiap untuk pergi ke sebuah festival tahunan dimana aku bertemu dengan seorang model yang membuatku selalu ingin pergi ke festival setiap minggunya dan setidaknya aku mandi seminggu sekali sebelum ke festival. Sejak musim panas tahun lalu aku menyukainya, namun dia tidak pernah membalas salam bahkan tak melambaikan tangannya ke arah diriku saat ku menyapanya. Padahal di awal kami selalu bermain bersama setiap festival sebelum Halloween dan Natal datang dan ia lebih memilih sahabatku. Namun sekarang ia punya teman kencan yang baru. Aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri mengapa ia menjadi demikian.

P : Jika Ia tidak berani notis maka ia malu atau suka.

Q : Ia tidak berani notis.

Jawaban : ...

a. Ia suka b. Ia malu c. Ia lebih pendek daripada kau

“Yakin ada jawabannya?” kata seseorang dengan tinggi enam kaki itu.

Aku melihatnya dari kejauhan dengan teman kencan barunya yang memiliki nama yang sama denganku. “Aih, ternyata orang pendek juga bisa menemukan cintanya ya? Kok orang-orang Summerland pendek ya? Padahal kan mereka terkena sinar matahari sepanjang tahun di kerajaan ini.”